Festival Band “Berani Beda”: Ruang Perjumpaan Musik Lintas Agama dan Budaya

Spread the love

Stagehousemusic.com, – Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bersama Yayasan Tirta Bersemi dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) akan menggelar Festival Band “Berani Beda”.

Ajang ini dihadirkan sebagai wadah perjumpaan bagi para musisi lintas agama, ras, dan generasi, untuk merayakan keberagaman Indonesia melalui musik.

🇮🇩 Musik untuk Merangkul Keberagaman

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keragaman budaya terbesar di dunia, memiliki 1.340 suku dan 718 bahasa daerah. Kekayaan ini menjadi potensi luar biasa bila dikelola dengan semangat kebersamaan.

Namun, dalam dekade terakhir, muncul berbagai letupan intoleransi dan sikap eksklusif yang kerap mengganggu harmoni sosial. Di sisi lain, perkembangan teknologi komunikasi membuat masyarakat semakin individualis dan cenderung mengisolasi diri.

Melalui Festival Band Berani Beda, penyelenggara ingin menghidupkan kembali ruang-ruang perjumpaan positif yang produktif, kreatif, dan penuh semangat kolaborasi.

“Musik adalah bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan,” ujar Olga Lydia, koordinator kegiatan.

“Kami berharap ruang-ruang perjumpaan seperti ini dapat membantu meredam gejolak intoleransi yang muncul di tengah masyarakat.”

🎸 Mengapa Festival Band?

Musik memiliki kekuatan unik untuk menyatukan berbagai latar belakang yang berbeda.
Lewat format festival band, kegiatan ini mengundang insan-insan kreatif dari berbagai keyakinan dan budaya untuk saling mengenal dan berkarya bersama.

Setiap peserta harus memiliki anggota dengan perbedaan agama, dan sangat dianjurkan juga terdapat perbedaan suku, budaya, serta generasi di antara mereka.

Peserta dapat berasal dari berbagai kalangan, baik pelajar, mahasiswa, pekerja, maupun komunitas musik.
Jumlah anggota band minimal 3 orang dan maksimal 9 orang.

🎶 Ketentuan Lagu dan Penampilan

Setiap band peserta diwajibkan membawakan dua lagu, yaitu:

  1. Satu lagu wajib nasional, seperti:
    “Tanah Airku” (Ibu Soed), “Dari Sabang Sampai Merauke” (R. Soerarjo), “Indonesia Pusaka” (Ismail Marzuki), “Bangun Pemudi Pemuda” (Alfred Simanjuntak), “Berkibarlah Benderaku” (Ibu Soed), “Hari Merdeka” (Husein Muchtar), “Satu Nusa Satu Bangsa” (Liberty Manik), atau “Maju Tak Gentar” (Cornel Simanjuntak).

  2. Satu lagu ciptaan sendiri atau lagu daerah, yang mencerminkan nilai persahabatan, kebinekaan, dan semangat persatuan.

Melalui karya musik ini, peserta diajak untuk menghidupkan kembali nilai nasionalisme dan toleransi dengan cara yang menyenangkan dan relevan bagi generasi muda.

🤝 Sinergi Tiga Lembaga untuk Perdamaian

  • Komisi HAK KWI berperan dalam membangun hubungan Gereja Katolik dengan agama dan kepercayaan lain di Indonesia, serta aktif dalam dialog lintas iman dan isu kemanusiaan.

  • ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) berkomitmen menjadi Rumah Bersama bagi perdamaian dan dialog antaragama, menjunjung tinggi martabat dan nilai kemanusiaan.

  • Yayasan Tirta Bersemi turut berperan dalam memberikan dukungan dan ruang kreatif bagi kegiatan lintas iman yang mendorong semangat inklusivitas.

Kolaborasi ketiganya diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan kekuatan bangsa.

🌈 Musik sebagai Jalan Perdamaian

Festival Band “Berani Beda” menjadi simbol nyata bagaimana musik dapat menjadi alat pemersatu bangsa, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk belajar menghargai perbedaan.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap tercipta dialog antaragama yang lebih hangat, terbuka, dan penuh empati — semua lewat harmoni nada dan irama.

Reviews

100 %

User Score

1 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *