Musik Lossless Terlalu Dibesar-besarkan? Ini Fakta, Format, dan Layanan Streaming Terbaiknya

Spread the love

Stagehousemusic.com, – Saya akan memulai dengan sebuah perspektif yang terkadang dianggap kontroversial: musik lossless sering kali terlalu dibesar-besarkan.

Benar, secara teknis lossless adalah kualitas audio paling murni yang bisa Anda dapatkan. Membeli album lossless di platform seperti Bandcamp demi arsip atau kenangan tentu sah-sah saja. Namun dalam praktiknya, bahkan pada speaker kelas atas, perbedaannya kerap sulit dibedakan dari trek terkompresi berkualitas tinggi.

Lebih jauh lagi, audio lossless memiliki keterbatasan nyata. Format ini membutuhkan bandwidth internet besar dan ruang penyimpanan masif, serta sering kali tidak kompatibel dengan headphone Bluetooth standar.

Meski begitu, jika Anda memang ingin menikmati lossless, sekalian saja yang terbaik. Lalu, layanan streaming mana di Amerika Utara yang benar-benar menawarkan kualitas lossless terbaik?

Format lossless secara signifikan mengurangi—atau bahkan menghilangkan—kompresi audio yang telah digunakan sejak awal era digital. Kompresi dulu adalah keharusan. Saya cukup tua untuk mengingat masa mengunduh file MP3 128kbps melalui koneksi dial-up, yang bisa memakan waktu berjam-jam hanya untuk satu lagu.

Semakin tinggi tingkat kompresi, semakin rendah bitrate, dan semakin banyak detail suara yang hilang. File 128kbps, misalnya, tidak mampu menangkap rentang dinamis dan nuansa harmonik seperti file 320kbps.

Memilih kualitas audio lossless di Spotify untuk Windows.

Sebagai perbandingan:

  • MP3 lossy: maksimum sekitar 320kbps

  • Lossless kualitas CD: mulai dari 1.411kbps

  • Hi-Res Lossless: bisa melampaui 3.000kbps

Tak heran jika audio lossless dulu mustahil dinikmati dengan koneksi internet lambat.

Format Audio Lossless yang Umum Digunakan

Saat ini, terdapat tiga format lossless utama:

1. FLAC (Free Lossless Audio Codec)

Format paling populer dan lintas platform. Digunakan oleh Spotify, Tidal, Deezer, Qobuz, Bandcamp, dan Amazon Music Unlimited. FLAC bersifat open-source dan efisien dari sisi ukuran file.

2. ALAC (Apple Lossless Audio Codec)

Meski namanya “Apple”, format ini open-source dan bebas royalti. Digunakan di Apple Music, serta tersedia di beberapa layanan lain seperti Tidal dan Qobuz.

3. WAV & AIFF

Format audio tidak terkompresi sepenuhnya. Kualitasnya memang maksimal, tetapi:

  • Ukuran file sangat besar

  • Boros bandwidth

  • Minim dukungan metadata (terutama WAV)

Format ini lebih relevan untuk produksi audio profesional, bukan konsumsi harian.

Apple Music di iPhone.

Apakah Layanan Streaming Benar-benar Lossless?

Di internet, sering muncul tuduhan bahwa platform streaming “mengakali” kualitas audio demi menghemat bandwidth. Dari sisi bisnis, insentif itu memang ada. Namun sejauh ini, pengujian teknis dan spesifikasi resmi mendukung klaim kualitas lossless.

Sebagai contoh:

  • Spotify (mode lossless): FLAC hingga 24-bit / 44,1kHz, sedikit di atas kualitas CD (16-bit)

  • Ini memang bukan yang terbaik, tetapi tetap memenuhi definisi lossless, karena tidak ada data audio yang hilang dibanding media fisik

Layanan Streaming dengan Kualitas Audio Terbaik

Jika Anda menginginkan kualitas audio yang mendekati sempurna, pilihan utama adalah:

🎧 Apple Music

🎧 Tidal

🎧 Amazon Music Unlimited

Ketiganya mendukung audio hingga 24-bit / 192kHz, jauh melampaui kemampuan pemutar CD. Apple Music juga memungkinkan pengguna menurunkan kualitas ke 24-bit / 48kHz, yang secara realistis sudah lebih dari cukup bagi kebanyakan orang.

Kualitas Mastering Juga Penting

Perlu diingat, lossless tidak selalu berarti terdengar lebih baik. Tidak semua album di-mastering dengan kualitas tinggi. Banyak rekaman lama dibuat untuk CD atau vinyl, dan:

  • Belum tentu di-remaster

  • Master aslinya bisa hilang

  • Kualitas rekaman awal memang terbatas

Elvis Presley, tentu saja, tidak bernyanyi menggunakan mikrofon digital 24-bit.

Bagaimana dengan YouTube Music?

Di pasar Amerika Utara, YouTube Music masih tertinggal. Kualitas audionya mentok di 256kbps, dan belum ada indikasi peningkatan ke lossless.

Untuk aktivitas seperti:

  • Olahraga

  • Perjalanan jauh

  • Mendengarkan di kendaraan

256kbps sudah cukup. Namun saat mendengarkan serius di rumah dengan headphone atau speaker berkualitas, perbedaannya akan terasa.

Jadi, Perlu Pakai Lossless atau Tidak?

Jika Anda mendengarkan musik di rumah, memiliki perangkat keras kompatibel dan bandwidth mencukupi, mengaktifkan lossless tidak membawa kerugian nyata.

Anda mungkin tidak selalu mendengar perbedaannya dibanding 320kbps—tetapi siapa tahu, Anda termasuk segelintir orang dengan pendengaran yang sangat peka (dan beruntung belum rusak oleh usia).

Reviews

100 %

User Score

1 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *