GIGI Kembali Setelah 10 Tahun Vakum: Mengapa Album Baru ‘Forever In The Air’ Jadi Karya Paling Ikonik!

Spread the love

Stagehousemusic.com, – Setelah satu dekade penuh penantian, GIGI kembali mengudara! Band legendaris Indonesia ini akhirnya merilis album terbarunya yang ke-25, ‘Forever In The Air’. Bukan sekadar rilis biasa, album ini adalah penanda eksistensi, komitmen, dan sebuah surat cinta untuk para penggemar yang telah setia selama 31 tahun.

Anda mungkin sudah menikmati dua single pembuka yang sukses dirilis pada Juli dan Agustus lalu, ‘Menari-nari’ dan ‘Semua Kan Terjawab’. Dua lagu ini hanyalah pemanasan menuju 9 track baru yang fresh dan matang.

Lalu, apa yang membuat album ‘Forever In The Air’ ini begitu spesial dan layak Anda dengarkan? Mari kita bedah rahasia di balik proses rekamannya.

Merekam Album GIGI di Studio Paling Bersejarah di Dunia

Di tengah gempuran tren musik yang serba cepat, GIGI justru memilih jalur yang penuh makna. Mereka memiliki cita-cita unik: merekam lagu-lagu yang bercerita di studio yang juga penuh cerita.

Karena ambisi inilah, GIGI terbang ke Amerika Serikat dan memilih Power Station at Berklee NYC sebagai lokasi rekaman.

Mengapa studio ini ikonik? Power Station adalah tempat kelahiran banyak karya terbaik musisi dunia, sebut saja Madonna, Bruno Mars, Lady Gaga, Paul McCartney, Rolling Stone, hingga John Mayer. Bayangkan, getaran musik legendaris dari para superstar tersebut kini menyatu dalam setiap nada di album GIGI! Ini bukan hanya tentang musik, ini adalah tentang sejarah yang direkam.

Teknik Rekaman Analog: Ketika GIGI Kembali ke Era Pita

Meskipun hidup di era digital, GIGI mengambil langkah berani dengan kembali ke akar produksi musik: rekaman analog menggunakan pita (tape).

Menurut GIGI, output dari rekaman pita memiliki keunikan tersendiri dan mampu menghasilkan sound yang hangat di tengah dominasi produksi digital yang kian steril. Keputusan ini menunjukkan dedikasi GIGI pada kualitas suara dan detail aransemen yang mereka tawarkan.

Selain itu, GIGI juga kembali menggunakan metode Workshop dalam penggarapan album ini. Cara ini terbukti efektif untuk menyatukan ide-ide “liar” keempat personel band, menghasilkan aransemen yang solid dan otentik.

‘Don’t Stop’: Lagu Andalan yang Merangkum 31 Tahun Perjalanan GIGI

Album ‘Forever In The Air’ bagi GIGI adalah perwujudan doa, semangat, dan perjalanan panjang mereka selama lebih dari tiga dekade. Komitmen ini tergambar jelas pada lagu andalan mereka dari album ini: ‘Don’t Stop’.

Lagu ‘Don’t Stop’ secara eksplisit menggambarkan perjalanan panjang dan tantangan yang telah dilewati GIGI, baik dari dalam maupun luar. Liriknya menjadi penyemangat agar mereka tetap semangat, percaya, dan terus berusaha hidup di industri musik.

“Sama seperti udara yang tak terlihat tapi selalu ada, kami berharap musik kami pun terus hadir dan memberi warna bagi siapa saja yang mendengarnya.”

Ini adalah misi hidup mereka. Perilisan album ini juga disertai dengan video yang memvisualisasikan perjalanan seseorang dalam menggapai tujuannya—sebuah analogi sempurna untuk karir GIGI sendiri.

Jangan Sampai Terlewat: GIGI Forever In The Air

Tepat 31 tahun GIGI hadir dan terus mengudara di industri musik Indonesia. Album ‘Forever In The Air’ adalah bukti bahwa mereka tidak akan pernah berhenti. Ini adalah album yang wajib didengarkan oleh para penggemar sejati GIGI, pecinta musik rock, maupun generasi baru yang ingin menikmati musik legendaris dengan sentuhan aransemen modern.

Segera dengarkan 9 track penuh cerita dan semangat dari album ‘Forever In The Air’ di semua platform streaming musik favorit Anda!

Reviews

100 %

User Score

1 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *