Spotify dan BMG Sepakati Perjanjian Lisensi Langsung untuk Tingkatkan Royalti Penulis Lagu
Stagehousemusic.com, – Platform streaming musik global Spotify dan penerbit musik terkemuka BMG resmi mengumumkan perjanjian lisensi langsung baru di Amerika Serikat pada Rabu (8 Oktober 2025). Kedua perusahaan menyebut kesepakatan ini dirancang untuk memberikan nilai yang lebih besar bagi para penulis lagu dan tim kreatif mereka, sekaligus memperkuat hubungan langsung antara penerbit dan platform streaming.
Perjanjian ini menandai langkah terbaru Spotify dalam memperluas kolaborasi langsung dengan penerbit musik besar, setelah sebelumnya menandatangani kesepakatan serupa dengan Kobalt, Sony Music Publishing, Universal Music Publishing Group (UMPG), dan Warner Chappell Music sepanjang 2025.
Royalti Lebih Tinggi untuk Penulis Lagu
Dalam pernyataannya, Spotify menjelaskan bahwa kesepakatan lisensi langsung ini akan menghasilkan royalti yang lebih tinggi bagi penulis lagu dibandingkan dengan pembayaran standar di bawah model CRB (Copyright Royalty Board) tradisional.
Kombinasi antara remunerasi dari lisensi langsung dan pembayaran dari Mechanical Licensing Collective (MLC) akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi penulis lagu BMG, terutama setelah kebijakan bundling audiobooks yang sempat menurunkan tarif royalti mekanis pada 2024.
BMG dan Spotify menyebut perjanjian ini sebagai bentuk “langkah praktis menuju model lisensi yang lebih fleksibel dan menguntungkan bagi penerbit serta artis mereka.”
“Di Spotify, kami percaya masa depan musik bergantung pada kolaborasi yang lebih kuat di seluruh industri,” ujar Alex Norström, Co-President & Chief Business Officer Spotify.
“Kemitraan kami dengan BMG memperkuat visi tersebut dengan mendukung para penulis lagu melalui model lisensi baru yang akan meningkatkan cara musik dinikmati di platform kami.”
Komitmen BMG untuk Representasi dan Perlindungan Karya
Sementara itu, Thomas Coesfeld, CEO BMG, menegaskan bahwa kerja sama ini memperkuat misi perusahaan untuk memastikan penulis lagu mendapatkan representasi yang adil dan kompensasi yang layak atas karya mereka.
“Bekerja langsung dengan Spotify membantu kami memperkuat misi untuk memastikan para penulis lagu terwakili secara adil dan diberi penghargaan atas karya mereka,” ujar Coesfeld.
Ia menambahkan bahwa BMG mendukung kebijakan Spotify dalam pengembangan perlindungan AI baru, yang sejalan dengan filosofi BMG mengenai keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan hak cipta.
“Kami mendukung penggunaan AI untuk meningkatkan kreativitas manusia, tetapi remunerasi yang adil dan perlindungan karya seniman harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Strategi BMG: Mengambil Alih Kendali Digital
Perjanjian ini juga menegaskan arah baru BMG sejak akhir 2023, ketika perusahaan memutuskan untuk mengambil alih kendali langsung atas bisnis digital dan distribusi streaming-nya. Langkah ini memungkinkan BMG untuk mengelola hubungan langsung dengan platform digital, memanfaatkan data lebih efektif, serta menyederhanakan operasional dalam mengelola katalog musik global mereka.
Dalam wawancara bersama Music Business Worldwide pada Agustus lalu, Coesfeld menegaskan bahwa penerbitan musik akan tetap menjadi pendorong utama pendapatan BMG, dengan investasi tambahan untuk memperkuat operasi penerbitan dan akuisisi katalog di Amerika Utara dan pasar global.
“Kekuatan kami terletak pada model bisnis yang berfokus pada penerbitan dan rekaman, yang memberi ketahanan dan fleksibilitas seiring perkembangan pasar musik global,” ujar Coesfeld.











